Rabu, 13 November 2013

Kisah Klasik Yang Belum Berujung (Biografi)


     Alasan Utama ku membuat blog ini adalah untuk menemukan kembali nuansa jiwa ku yg dlu. Semangat, Kepercayaan dan Alasan Hidup serta senyum ku. Dan beberapa hari terakhir aku menemukan sebuah mozaik dari masa lalu. tetapi tak sejentik pun aku mampu menyentuhnya.
   Jum'at Pahing tepatnya tanggal 23 Agustus 1991, Aku membuka mata. Rintihan kecil ku menggema dipelataran kehidupan dunia, Penuh misteri. Si mungil dengan tanda lahir dipipinya. Saat itu dunia mulai menatap, tentang masa depan, tentang perjalanan, dan tentang takdir.
     Aku si mungil yang jarang menangis dan suka memperhatikan hal baru. Tanpa kata merinci tiap-tiap sandiwara. Sampai Umur 5 tahun aku diperdayaakan kesebuah taman kanak-kanak. Tempat yang tak jauh dari rumah ku, Dimana Riang selalu menjadi sandingan ku setiap waktu. Tanpa beban menempati pijakan bumi yg indah saat itu. Lepas dari sana sebuah sekolah dasar memperkaya ku. Bimbingan, Ilmu, Ilmu dan Ilmu itulah nuansa yang kudapat saat menapaki umur 6 tahun. Perjalanan sekolah dasar ini, tak sesingkat yg kalian kira kawan. manis, tawa bahkan pahit ku telan bulat - bulat. Perkelahian, Adu kepintaran, ketangkasan, keatifitas bahkan sampai adu kebolehan melanggar peraturan sekolah. Yah, ini hanya mozaik kecil dari rentetan keunikan kehidupan. 
   Lepas dari sekolah dasar, Sekolah yg memang menjadi impian ku menerima. Aku pun bangga mengayomi ilmu disana. Sekolah dengan julukan SPENGAWI. Tak terlalu istimewa perjalanan, perjuangan di sekolah menegah pertama untuk seorang seperti ku. Seperti pada umumnya, naik sepeda sampai disana belajar dan tak ada perjuangan lain. Semuanya netral. Namun sekejap keistimewaan itu nampak, jelas sangat jelas hingga mata pun tak mampu berkedip. Setelah satu tahun berlalu, menginjak kelas 2. Seorang gadis berambut pendek dgn kulit kuning membuat ku terkesima. Dia seolah menghentikan seluruh pergerakan lincah ku, Sampai lidah ku pun dibuat kaku saat dihadapannya. Dialah Pelantun ditiap sajak puisi, Syair lagu dan novel ku. Dialah pelukis malam yg tak pernah absen. Selalu hadir dalam tiap rinai hidup ku sampai saat ini, meski sekarang dia telah memiliki seorang suami. Namun aku tetap memberikan seluruh jiwa ku untuk senyumnya. Bagi ku dialah kesempurnaan.
    Inilah Kisah awal sebuah drama kecil berlangsung. awalnya hanyalah celotehan kecil layaknya seorang berwajah polos bercanda dgn sebuah teman. Dari sana berkibarlah jiwa yg membara. Dengan segala keterbatasan aku selalu mencari informasi tentangnya. Dengan dirangkul para sahabat terbaik ku, Aku terus berjuang kan rasa. Aneh, Sungguh aneh, detik pun berjalan lambat sampai aku terlena dan bermain dgn imajinasi.
    Sifat pendiam ku adalah kegagalan ku. yah mungkin kalimat itu sangat tepat. Saat semua perjuangan ku, dari mulai mendatangi rumahnya, bercengkrama bgitu dekat, dan memenuhi segala keinginannya. Dia pun merespon dengan baik, bahkan ia sempat menyapa ku dgn datang kerumah ku. Oh.. indahnya inilah keajaiban yg pertama kali kutemui. inilah keindahan dunia kawan.
   Sampai tiba hari, dimana sepucuk surat ku lampirkan diselah buku miliknya. kau tau kawan, itu merupakan hal ternekat yg pernah kulakukan. Sampai -sampai semua orang berteriak "Hei dhani, kau memasukan dibuku *** " yah, seruan itu masih sangat jelas dipikiran ku. karena seruan itu aku merasa malu tak kepalang.
    Hati ku dag-dig-dug tak menentu, menanti balasan. bahkan untuk mengingat cara ku memasukan surat. Rasanya tak mampu. Perjuanganku seakan tak menemui titik kejayaan, selama dua minggu lebih tak ada balasan darinya. Banyak yg mengatakan kalo dia menyimpan surat ku, namun aneh jika dia tak membalasnya. Rasa malu, pendiam semakin membuat ku terpuruk. Aku tak mampu mengatakan secara semua isi di hati, padahal imajinasi ku selalu bermain. Tentang rencana mengatakannya secara blak-blakan.
Bersambung....Harap Bersabar Karena Skripsi Selalu Mengurung ku....